Wow! Ternyata Ada Beribu-Ribu Kemudahan Di Balik 1 Kesulitan

Diposting pada

Halo sobat musinah .. Apa kabar ? Semoga Allah senantiasa memberi sehat, tentram, sejahtera dan bahagia ulala. Kali ini mimin mau sharing tentang sesuatu yang selama ini kita sering luput akan hal tersebut. Apakah gerangan ? Nih ya, mimin bakal ngasih tau fakta mengejutkan bahwa ternyata ada beribu-ribu kemudahan di balik satu kesulitan. Ah masa iya ? Ya iyalah .. Masa engga ?

Sebagai manusia yang menjalani roda kehidupan di muka bumi ini, tentunya kita gak akan pernah bisa lepas dari suatu permasalahan. “Trouble is a Friend”, isn’t it ? Seringkali masalah itu datang bertubi-tubi. Selesai masalah satu, datanglah masalah lain. Kita harus terbiasa dengan hal itu.

Akan tetapi, setiap permasalahan biasanya menimbulkan kesulitan dalam penanganannya. Kita bakal frustasi jika kita mengalami kesulitan atau jalan buntu untuk memecahkannya.

Pada akhirnya kita stress, galau, guling-guling di pasir, lempar-lempar batu ke laut, teriak-teriak di atas gunung, curhat ke mantan karena saking frustasinya gak bisa menemukan jalan keluar.

But, mimin mau menegaskan sekali lagi bahwa ternyata ada beribu-ribu kemudahan di balik satu kesulitan. Setiap kesulitan, ada banyak jalan keluarnya.

 

Sebelum kita lanjut, mimin mau nanya dulu. Apakah antum adalah pelaksana agama yang taat? Tertib solat lima waktu? Intinya sih, antum percaya Allah kan ? Harus percaya lah !

Ini penting, karena fakta ini berhubungan dengan “Iman” alias “Percaya” alias “Believe”

 

Oke kita lanjut. Fakta mengejutkan itu ternyata sudah ditemukan sejak lama sekali. Karena fakta itu tercantum dalam firman Allah di surah Al Insyirah ayat 5 dan 6. Begini rinciannya :

 

  • Pada ayat 5, Allah berfirman “Fa inna ma’al ‘usri yusron” yang artinya “Lalu sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan“. Sekilas mungkin kita cuma baca dan sekadar tahu kalau di setiap kesulitan ada kemudahan. Tapi apabila kita meneliti satu persatu, kata per  kata, maka kita akan menenemukan fakta mengejutkan.

Dimulai dari kata Fa” yang artinya “Lalu”. Ini menunjukkan bahwa setiap kita punya masalah akan selalu ada “Lalu” tersebut, maksudnya adalah masalah itu sudah pasti ada jalan keluarnya dan dapat terlewati.

 

Selanjutnya ada kata “Inna” yang artinya “Sesungguhnya”. Ini menunjukkan bahwa fakta ini bukan omong kosong.  Allah berani menjamin faktanya dengan meletakkan kalimat “Sesungguhnya” sebelum kalimat inti.

Setelahnya ada kalimat “ma’al ‘usri” yang artinya “bersama kesulitan” atau lebih tepatnya adalah “bersama setiap kesulitan”. Ini berarti setiap kesulitan selalu mempunyai gandengan. Ia akan selalu datang bersama-sama “sesuatu yang lain”.

Selain itu, kata ‘usri yang berarti kesulitan, memakai alif lam ma’rifat di awalnya. Alif lam ini menunjukkan suatu benda yang terbatasi alias kita ketahui adanya. Maka “Al ‘usri” bisa di maknai sebagai satu kesulitan yang sedang kita hadapi”.

 

Setelah itu ada kata Yusron yang berarti kemudahan. Tepat sekali, “sesuatu yang lain” yang menyertai setiap kesulitan adalah kemudahan. Kesulitan tidak pernah datang sendirian, ia selalu disertai dengan Kemudahan.

Satu kata inilah yang menjadi kunci. Kata “Yusron” disebut isim Nakirah yang berarti kata benda sembarang atau tidak ditentukan. Nakirah merupakan kebalikan dari Ma’rifat. Maka “Yusron”  itu bermakna “kemudahan yang tidak berbatas adanya” .

Kemudahan itu bisa berjumlah ribuan bahkan jutaan, ia tak berbatas adanya. Nakirah juga bermaksud bahwa benda itu tak ditentuan wujudnya. Ini berarti kemudahan itu bisa dari segala arah datangnya alias tak terduga-duga.

Ini sekaligus memberitahu kita agar kita berusaha mencarinya. Tentunya mencari sesuatu yang bahkan tak berbatas jumlahnya dan datang dari segala arah akan menjadi sesuatu yang mudah, dengan catatan “kita berusaha mencarinya”.

 

Maka secara lengkap ayat itu memiliki arti “Sesungguhnya bersama satu kesulitan yang kita hadapi, Ada kemudahan yang tidak berbatas adanya dan tidak terduga-duga jika kita berusaha”

 

  • Pada ayat selanjutnya (ayat 6), Allah mengulangi kalimat “Inna ma’al ‘usri yusron”. Kalimat ini dinamakan sebagai taukid atau penguat kalimat.

Allah mengulangi kalimat tersebut agar kita semakin mantap bahwa itu adalah faktanya. Allah ingin kita percaya bahwa firmannya itu benar. Allah mengulanginya karena terkadang manusia mudah untuk lupa jika hanya sekali diberitahukan. Maka Allah mengulanginya lagi agar kita teringat terus akan kalimat tersebut.

 

Intinya adalah, Ini Fakta! Riil ! No hoax! Bahwa setiap kesulitan disertai jalan kemudahan yang tak berbatas. Sungguhan. Ga bohong. Allah yang ngasih tahu. So, Jangan Pernah Menyerah !

 

Gimana ? masih beranggapan bahwa masalah yang sulit kita hadapi itu tak ada jalan keluarnya ? masih mudah menyerah untuk berjuang melawan kesulitan ? Seharusnya sih sudah tidak lagi.

 

Tentunya masih banyak sekali makna-makna tersirat dari Al Quran yang ternyata belum kita ketahui atau kita luput darinya. Ini baru membahas dua ayat saja dalam Al Quran. So, mari kita lebih semangat lagi dalam memahami isi Al Quran.

Insyaallah kita akan lebih tentram dalam menjalani hidup dan bisa berpegang teguh pada prinsip “anti galau”, uhuuyy.

Semoga bermanfaat.

Gambar Gravatar
Perenung, pelamun dan pemikir yang mencoba menjadi Penulis, agar semua tak sebatas menjadi pemikiran yang lewat begitu saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *