Yuk kenali lebih dalam temper tantrum, emosi yang meledak-ledak

Diposting pada
source: pinterest.com

Kamu suka marah meledak-ledak atau berlebihan dalam hal-hal simpel di kehidupan sehari-hari? Suka sulit mengatasi emosi yang kadang ingin meledak di tempat umum.  Kamu mungkin perlu mengenali ciri-ciri sebuah istilah psikologi bernama temper tantrums.

Menurut Zaviera (2008) Temper tantrum adalah suatu luapan emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. Temper tantrum biasanya muncul pada anak usia 15 bulan hingga 6 tahun. 

Namun ternyata, temper tantrum tidak hanya terjadi pada anak-anak. Remaja bahkan orang dewasa bisa saja memiliki sifat ini. dalam kehidupan misalnya kita sering menjumpai seseorang saat menunggu makan siang di sebuah restoran namun makanan tak kunjung datang hingga akhirnya dia memaki-maki pelayan restoran. Atau kamu pernah melihat seorang ayah yang memarahi anaknya hanya karena masalah sepele.  Hal ini wajar karena temper tantrums biasanya ditunjukkan pada orang-orang terdekat.

Ada beberapa penyebab mengapa orang dewasa mengalami temper tantrums. Diantaranya:

Pertama, yaitu karena ketidakdewasaan emosi (emotional immaturity) seseorang. Psikolog Erik Erikson mengungkapkan bahwa ketika seseorang tidak mencapai tantangan emosi pada satu tahap perkembangan mereka cenderung terhenti pada tahap itu.

Kedua adalah ketidakamanan emosi (emotional insecurity).  Ketidakamanan emosi pada orang dewasa dapat mendorong tantrum dan menyebabkan rasa frustrasi. Faktor-faktor ini ditambah dengan kekecewaan dapat memicu terjadinya ledakan emosi.

Ketiga adalah ketidakmampuan untuk memaafkan (unforgiveness). Hal ini memotivasi tantrum karena seseorang merasa menjadi korban dari ketidakadilan. Kondisi sosial yang kadang tidak adil memicu seseorang untuk meledakkan emosinya ketika mengalami ketidakadilan.

Keempat adalah kepribadian. Tantrum yang dialami orang dewasa juga berhubungan dengan kepribadian seseorang. Kepribadian ini biasanya adalah hal yang dibawa dari lahir dan dibentuk seiring berjalannya waktu.

Selain empat alasan diatas, tantrum juga bisa disebabkan oleh stres. Stres membuat tangki emosional kita berada dalam kondisi mendidih yang bisa meledak kapan pun. Faktor yang lain mungkin muncul adalah faktor keegoisan. Keegoisan ini membuat kita sulit untuk mengalah pada orang lain.

source: pinterest.com

Dari penjelasan diatas, temper tantrum sebenarnya bisa diatasi dengan hal sederhana. Misalnya apabila ada orang terdekat kita mengidap temper tantrum anda bisa membantunya dengan mengajaknya bercerita dan meledakkan kemarahannya. Anda juga bisa membantu menenangkan orang tersebut agar tidak meledak di tempat yang tidak seharusnya.

Bahkan ketika kita sendiri merasa mengidap temper tantrum kita bisa mengontrol ledakan amarah kita. Misalnya ketika anda merasa sangat marah dan seperti ingin meledak, ambillah waktu jeda. Jika Anda berada di tempat kerja, keluarlah dari ruangan Anda untuk menghirup udara segar. Lalu mulailah menghitung dari satu hingga sepuluh. Dengan berkonsentrasi menghitung, Anda mengalihkan pikiran Anda dari situasi yang membuat Anda marah. Setelah itu bicarakanlah apa yang Anda rasakan dengan orang terdekat Anda. Dengan membicarakannya Anda akan merasa lebih ringan.

Jika usaha ini belum berhasil Anda bisa bekerjasama dengan PSYCH-K Practitioner,  Psikolog atau therapist untuk bekerjasama dengan baik supaya Anda bisa terbebas dari tantrum.

 

Gambar Gravatar
Hallo, saya Aini kolbiana. Terimakasih sudah membaca, baca tulisan saya lainnya ya. Contact me on gmail : Akolbiana1@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *